Why We Should Write Paper(s)

0
44

 

  1. Indonesia minim inovasi karya ilmiah

    Pada tahun 2012, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud), Djoko Santoso menyebutkan bahwa jumlah karya tulis ilmiah di Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya 1/7 dari jumlah karya tulis ilmiah negeri jiran Malaysia. Bahkan jurnal Indonesia yang terindeks dalam basis data jurnal dan prosiding Internasional juga masih sangat sedikit.

  2. Syarat menjadi sarjana

    Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) per 27 Januari 2012 mengeluarkan surat edaran bahwa untuk lulus program sarjana, mahasiswa/taruna/sederajat harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah/

  3. Angka kredit

    Bagi ASN dengan jabatan funsional, menulis merupakan cara efektif untuk segera menaikkan jabatan. Jika kegiatan operasional hanya bernilai 0,01, maka menulis bisa mencapai angka 1 hingga 5. Tentu lebih efektif bukan?

  4. Menginspirasi

    Seorang jenderal mampu mengerahkan kekuatan seluruh pasukannya, namun seorang penulis mampu menginspirasi seluruh manusia untuk melakukan perlawanan. Oleh karenanya Napoleon Bonaparte pernah berkata “Aku lebih suka menghadapi seribu tentara daripada satu orang penulis.

  5. Pengabdian

    Salah satu pengabdian seorang mahasiswa adalah melakukan penelitian dan pengembangan. Melakukan penelitian dan pengembangan merupakan salah satu metode pembelajaran. Selain untuk pembelajaran bagi diri sendiri , penelitian yang kita lakukan bukan tidak mungkin bermanfaat bagi masyarakat juga.

  6. Dikenang

    Menulislah agar kalian dikenang. Ide-ide luar biasa kalian akan sangat berguna bagi generasi yang akan datang sehingga nama kalian pun akan selalu diingat dan dikenang. Boleh jadi orang tidak mengenal kalian secara langsung, namun kenangan akan jasa kalian tak akan pudar dimakan jaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen + 13 =